PENDALAMAN TERAPI SHOLAT BAHAGIA (PTSB)
Mata Kuliah Pengantar Ilmu Dakwah
Disusun Oleh:
Farahdila Nadhira Sari
NIM : B94219076
Kelas: D3
Dosen Pengampu:
Prof. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Asisten Dosen I:
Ati’ Nursyafa’ah, M.Kom.I
Asisten Dosen II:
Baiti Rahmawati, S.Sos
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
PROGAM STUDI MANAJEMEN DAKWAH
2019
Sebelum kita melakukan terapi
shalat bahagia kita harus melakukan pendalaman mengenai sholat bahagia itu
seperti apa. Kita bisa mendalami sholat bahagia dengan membaca selama satu jam
buku 60 Menit Terapi Shalat bahagia, disini kita akan menemukan makna dari kalimat kunci : SUBHAN TURUT
HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL untuk mendapatkan kedahsyatan pengaruh shalat
terhadap kehidpan kita.
Semua orang
ingin hidup bahagia, dan islam telah mendorong untuk mencapainya. Setiap hari
dorongan hidup bahagia itu dikumandangkan melalui adzan “hayya alal falah” (mari
meraih kebahagiaan). Bahagia bisa ditandai dengan jiwa yang tenang, bersikap
positif menghadapi semua keadaan cobaan hidup. Bisakah shalat mengantarkan
manusia kepada kebahagiaan? Allah berfirman, “Sungguh
beruntung(berbahagialah) orang-orang beriman, yaitu mereka yang khusyu’ dalam
shalatnya” (QS. Al- Mukminun [23]:1-2). Keberuntungan itu berupa kesehatan
fisik dan ketenangan batin dalam kehidupan dunia dan kenikmatan surga di
akhirat.
Orang mukmin
lebih mengutamakan mengadukan masalah kepada allah daripada kepada orang,
karena ia sama-sama sebalagi makhluk yang memiliki keterbatasan. Dengan shalat,
orang mukmin mengimani dan mengakui keagungan Allah, mencurahkan semua isi
hatinya serta meminta petunjuk dan pertolongan-Nya. Oleh sebab itu ketika menutup
shalat dengan salam, damailah batinnya. Ian merasa puas telah mencurhkan seluruh
isi hatinya kepada Allah, air matanya terasa sudah diusap oleh-Nya dan semua
langkah menjadi ringan karena telah ditolong dan dikawal-Nya.
Hubungan
terdekat antara manusia dengan Allah adalah ketika bersujud. Orang mukmin
percaya bahwa Allah melihat hamba-Nya yang bersujud, melihat ketundukkannya,
mendenngar rintihan kalbunya. Oleh sebab itu, ia sangat yakin Allah pasti
menolong segala kesusahannya, memberi kesembuhan penyakitnya, meringankan beban
dipundaknya, menyinari kegelapan yang menyelimuti hatinya, dan Allah tidak
menutup pintu rahmat-Nya.
Buku ini sangat
membantu kita untuk mempraktekan terapi shalat bahagia. Tapi, melakukan terapi
sholat bahagia ini harus bertahap. Kita harus berlatih dalam mengucapkan dan
mempraktekannya. Bukan hanya membaca buku semata, tetapi kita harus
mengingatnya diluar kepala. PTSB memberikan bimbingan dan praktek shalat agar
anda kita memahami dan mengingatnya lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan
dan kebesaran Allah, percaya diri, dan optimis akan penyelesaian semua masalah
menuju hidup bahagia. Wajah penuh bahagia adalah cermin syukur kepada Allah.
Hanya pribadi bahagialah yang bisa maksimal berkreasi, produktif dan
membahagiakan orang lain.
Mungkin kita
masih belum percaya apakah terapi shalat bahagia ini itu sangat penting dan
berpengaruh di kehidupan kita. Mereka yang sudah mengikuti PTSB adalah yang
paling berhak keraguan kita akan masalah ini. PTSB ini terdapat testimoni
mereka yang telah berhasil merubah mindset untuk ikhlas dan ridho atas
keputusan Allah, lebih percaya diri, optimis, tenang di tengah keluarga, dan
kesembuhan dari beberapa penyakit setelah mengikuti PTSB. Bukan fonder dan
bukunya yang hebat, tapi semata-mata penghayatan shalatnya yang luar biasa.
Tujuan utama
terapi shalat bahagia ini adalah kokohnya mindset T2Q (tawakal, tumakninah dan
qana’ah), sedangkan kesembuhan rizqi dan sebagainya hanya bonus semata,
sekalipun semua itu sangat kita butuhkan. Melakukan PTSB ini hanya untuk kita
yang mempunyai problem dalam kehidupan kita masing- masing. Sebelum shalat kita
harus menyiapkan Daftar Anugerah (DA) yaitu apa saja nikmat besar Allah yang
kita terima , agar pernyataan syukur anda terfokus selama shalat. Dan pendalaman
praktek shalat bahagia ini hanya dianjurkan untuk shalt sendiri tidak
berjama’ah
Daftar Anugrah
(DA) sifatnya rahasiia dan wajib kita tulis pada lembar terpisah 10 nikmat atau
anugrah besar Allah yang telah kita terima.
Berikut ini
contoh dari Daftar Anugerah (DA):
Wahai Allah,
saya berterima kasih atas semua anugrah-Mu berikut ini:
1)
Ibuku
amat sayang, penuh pengorbanan, sabar, dan selalu mengerjakan kesopanan.
2)
Bapakku
amat sayang, sabar, pekerja keras untuk kebahagiaan keluarga.
3)
Istri/
suami taat beribadah, sabar, perhatian pada keluarga dan orang tuaku.
4)
Anakku
nomor satu span, sarjana, dan sayang kepada adik- adiknya.
5)
Anakku
nomor dua berprestasi, dan selalu membantu pekerjaan orang tua.
Tidak hanaya
daftar anugrah saja, tetapi kita juga harus mempunyai Daftar Masalah dan
Harapan( DMH). DMH ini juga bersifat rahasia dan wajib kita tulis pada lembar
terpisah 5 masalah yang sedang kita hadapi. Contoh:
Wahai Allah,
inilah beberapa problem dan harapanku :
1)
Masih
shalat akhir waktu.
2)
Mudah
putus asa dalam menghadapi kesulitan usaha atau belajar.
3)
Bakku
tidak adil kepada anaknya, terutama kepadaku.
4)
Ibukku
dan bapakku sering bertengkar.
5)
Aku
madih dendam dengan x penyebar fitnah.
Dengan bantuan
Daftar Masalah dan Harapan( DMH), anda bisa rukuk dan sujud lebih lama dengan
penuh penghayatan. Rencana Allah apakah lebih baik dari dengan rencana kita?
Tentu rencan Allah yang lebih baik dan lebih indah. Siapa yang tidak suka
dengan takdir Allah , maka tidak usah memanggil – Ku.
“Barang siapa tidak senang dengan
keputusan dan takdir-KU. Maka hendaknya ia segera mencari Tuhan selain Aku”
(HQR. At Thabrany).
Adapun syarat Do’a dalam terapi
sholat bahagia, sebagai berikut:
1)
Tidak
mengeluh.
2)
Akan
terjadi jika Allah menghendaki.Masalah hidup itu realita secara berat, tetapi
kita kalau kita meandset yakin bahwa skenario tuhan lebih indah.
3)
Berlatih
befikir positif .
Setelah kita
mempunya daftar anugrah dan daftar masalah dan harapaan. Terdapat kalimat kunci
dalam terapi shalat bahagia. Hafalkan dan hayati isi kalimat kunci untuk semua
gerakan sholat. SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL dan lakukan
renungan sebagaimana tertulis dalam kolom dua dan tiga berikut ini:
NO
|
POSISI
|
KATA KUNCI
|
RENUNGAN/ DOA
( Dalam hati , tidak boleh diucapkan)
|
|||||
1
|
BERDIRI
|
SUBHAN:
(Syukur, Bimbingan, Ketahanan iman)
|
1. Syukur : “ wahai
Allah, aku bersyukur atas semua nikmat- Mu,”
2. Bimbingan: “Berilah aku
keluarga agar tetap di jalan yang benar”.
3. Ketahanan iman: “Berilah
aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan
murka- Mu”.
|
|||||
Tambahkan (jika ingin lebih detail)
1. Aku
berterima kasih atas semua nikmat- Mu, yaitu....(1)..,(2)...,dst. (lihat
contoh DA). Ampunilah aku, karena sering mengeluh dan kurang berterima kasih
kepada- Mu.
2. Wahai Allah, setiap saat aku, istri/ suami dan anak-anakku
menghadapi godaan dosa, terutama godaan harta dan nafsu terhadap pria atau
wanita yang Engkau haramkan. Berikan
kami ketahanan iman agar ketampanan, kecantikan, kekayaan dan fasilitas
kekuasaan tidak menjeremuskan kami ke dalam dosa.
|
||||||||
2
|
RUKUK
|
TURUT;
(Tunduk,
Menurut)
|
1. Tunduk: “ Wahai
Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak- Mu. Aku bertasbih dan
menyerahkan hidup- mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan
kepada- Mu”.
2. Menurut: “ Aku menurut
kepada semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku”.
Tambahkan
(jika ingin lebih detail)
1. Wahai
Allah, aku mempunyai masalah, yaitu...(lihat contoh DMH)
2. Wahai
Allah, aku ikhlas, ridho tidak mengeluh atas masalah tersebut. Jika pernah
mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku.
3. Wahai
ALLAH, AKU YAKIN(3x) Engkau pasti(3x) Maha Kuasa menolong aku. Engkau pasti
(3x) menyayangi aku, dan tidak mungkin membiarkan aku sendirian menghadapi masalah dan harapanku
itu.
4. Wahai
Allah, aku pasrah(3x), aku pasrahkan masalah
tersebut kepada- Mu. Terserah Engkau, sebab Engkau pasti(3x) memberi
yang terbaik untukku. Aku ikhlas apapun keputusan- Mu.
|
|||||
3
|
I’TIDAL
|
HADIR:
(Hak pujian. Takdir)
|
1. Hak pujian: “ Hanya
Engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharapkan pujian
manusia”.
2. Takdir Allah: “
Semua hal terjadi atas takdir- MU. Aku ridha dan ikhlas menerimany.”
Tambahkan
(jika ingin lebih detail)
1. Wahai Allah, hapuskan di
hatiku dari mengharap penghormatan, pujian dan terima kasih orang.
Sebaliknya, jadi kan aku selalu menghormati, menghargai dan berterima kasih
kepada orang. Kuatkan kesabaranku menghadapi cacian dan kezaliman orang.
2. Aku
ikhlas ,ridho, tidak mengeluh atas semua takdir- Mu . Rencana- Mu
pasti(3x)lebih baik dari rencana hidupku. Takdir- Mu pasti(3x) yang terbaik
untukku.
|
|||||
4
|
SUJUD
|
MASJID:
(Maaf,
Sinar, Jiwadan raga)
|
1.
Maaf : “ Maafkan
dosa- dosaku, bapak-ibu dan keluargaku.”
2. Sinar: “ Sinarilah
hati, lidah, mata, dan telingaku agar selalu berbuat yang Engkau ridhai”.
3. Jiwa dan raga: “ Jiwa
dan ragaku dalam kekuasaan- Mu. Aku serahkan hidup-mati,sehat-sakit,kaya-miskin
dan semua persoalan kepada-Mu”.
Tambahkan
(jika ingin lebih detail):
Wahai
Allah, ampunilah aku, kedua orang tuaku, istri/suami, dan anak-anakku,
lebih-lebih
1.
mereka yang telah meninggal dunia. Jauhkan mereka dari siksa
kubur dan neraka. Jadikan kuburan sebagai taman surga yang menyenangkan
mereka. Jika dalam pandangan- Mu ada kebaikan pada diriku, jadikan kebaikan
itu bagian dari pahala yang teralihkan untuk ibuk- bapakku, guru-guruku,
keluargaku, dan semua orang yang berjasa mengantarkan aku sampai aku menjadi
“orang” seperti saat ini.
2.
Berikan cahaya- Mu untukku, istri/suami dan anak-anakku, agar
hati ku bersih dari iri dan dengki. Jadikan semua perkataan kami benar dan
menyemangati semua orang, serta telinga kami peka terhadap Al-Qur’an dan
panggilan adzan.
3.
Lanjutkan Doa seperti pada posisi rukuk pada poin tambhan 1-4.
Dan kaitan dengan DMH.
|
|||||
5
|
DUDUK
ANTARA DUA SUJUD
|
AKSI:
(Ampunan,
Kasih, Sejahtera, Iman)
|
Wahai
Allah, berilah aku : “Ampunan, Kasih, Sejahtera, dan Iman”
Tambahkan
( jika ingin lebih detail):
1.
Wahai
Allah, ampunilah dosa- dosaku.
2. Kasihiah
aku. Cintailah aku. Jadikan hidupku penuh kasih bersama keluarga dan semua
manusia. Kasihanilah aku yang telah berusaha keras untuk membahagiakan
keluargaku. Kepada siapa lagi aku memohon belas kasih jika bukan kepada- Mu.
3. Berilah
aku rizki yang melimpah untuk keluarga, syiar agama, dan menolong fakir
miskin. Jadikan aku lebih senang memberi daripada diberi. Berilah aku
kesehatan dan kesembuhan dari semua penyakit.
4. Kuatkan
imankui, agar aku semakin dekat dengan- Mu, sabar dan tegar menghadapi apapun
cobaan dari-Mu.
|
|||||
6
|
TASYAHUD
|
SOSIAL:
(Sholawat, Persaksian, Tawakal)
|
1. Sholawat: “ Sholawat
dan salam untuk Nabi SAW. Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya”.
2. Persaksian : “ Aku
bersaksi, ‘Tiada tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah utusan- MU’.
Jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku”.
3. Tawakal: “ Aku
serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalannnnn kepada-
Mu”.
Tambahkan
(jika ingin detail)
1. Jadikan aku, istri/suami dan
anak-anakku berakhlak seperti nabi-Mu. Mudahkan aku dan keluarga beribadah di
Mekah dan Madinah, serta berdoa di dekat makam nabi-Mu. Aku berharap di hari
kimat kelak, mendapat syafa’at Nabi- Mu. Di surga, Engkau pertemukan kami
sekeluarga dengan Nabi-Mu.
2. Jadikan syahadat penambah percaya
dirikju, penghilang kecemasanku, penyemangat kerjaku, dan penguat optimisku.
Jadikan la ilaha illallah kata terakhirku ketika malaikat Izrail
mencabut nyawaku.
3. Lanjutkan doa seperti pada posisi
rukuk pada pon tambhan 1-4
4. Wahai Allah, sekarang aku lebih
bahagia. Aku akan menoleh ke kanan dan kiri. Berikan kemudahan hidup
kesuksesan kebahagiaan semua orang di sebelah kanan dan kiriku,
assalamu’alaikum warahmatullah.
|
|||||
Pada
saat shalat ceritakan masalah kita secara rinci dan fokus, katakanlah bahwa
kita ikhlas, ridho dan tidak mengeluh tas masalah kita. Katakanlah bawa kita
yakin(3x) Allah pasti(3x) maha kuasa menolong anda. Dan Katakanlah bahwa kita
pasrah(3x) kepada Allah atas apapun keputusan-Nya. Insyaallah jika kita serius
dan sungguh melakukan pendalaman shalat bahagia ini kita akan menjadi lebih
tentram dan tenang. Seolah – olah masalah kita jauh lebih ringan untuk kita
hadapi. Tidak ada yang tidak mungkin dengan keputusan Allah. Kita harus percaya
Shalat itu ajaib. Setiap masalah pasti ada cara untuk menghadapinya.
Karena rencana tuhan lebih indah
daripada rencanamu.
