Minggu, 01 Desember 2019

PENDALAMAN TERAPI SHOLAT BAHAGIA (PTSB)

PENDALAMAN TERAPI SHOLAT BAHAGIA (PTSB)
Mata Kuliah Pengantar Ilmu Dakwah


Disusun Oleh:
Farahdila Nadhira Sari
NIM : B94219076
Kelas: D3
Dosen Pengampu:
Prof. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Asisten Dosen I:
Ati’ Nursyafa’ah, M.Kom.I
Asisten Dosen II:
Baiti Rahmawati, S.Sos


                               
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
PROGAM STUDI MANAJEMEN DAKWAH
2019

            Sebelum kita melakukan terapi shalat bahagia kita harus melakukan pendalaman mengenai sholat bahagia itu seperti apa. Kita bisa mendalami sholat bahagia dengan membaca selama satu jam buku 60 Menit Terapi Shalat bahagia, disini kita akan menemukan  makna dari kalimat kunci : SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL  untuk mendapatkan kedahsyatan pengaruh shalat terhadap kehidpan kita.
Semua orang ingin hidup bahagia, dan islam telah mendorong untuk mencapainya. Setiap hari dorongan hidup bahagia itu dikumandangkan melalui adzan “hayya alal falah” (mari meraih kebahagiaan). Bahagia bisa ditandai dengan jiwa yang tenang, bersikap positif menghadapi semua keadaan cobaan hidup. Bisakah shalat mengantarkan manusia kepada kebahagiaan? Allah berfirman, “Sungguh beruntung(berbahagialah) orang-orang beriman, yaitu mereka yang khusyu’ dalam shalatnya” (QS. Al- Mukminun [23]:1-2). Keberuntungan itu berupa kesehatan fisik dan ketenangan batin dalam kehidupan dunia dan kenikmatan surga di akhirat.
Orang mukmin lebih mengutamakan mengadukan masalah kepada allah daripada kepada orang, karena ia sama-sama sebalagi makhluk yang memiliki keterbatasan. Dengan shalat, orang mukmin mengimani dan mengakui keagungan Allah, mencurahkan semua isi hatinya serta meminta petunjuk dan pertolongan-Nya. Oleh sebab itu ketika menutup shalat dengan salam, damailah batinnya. Ian merasa puas telah mencurhkan seluruh isi hatinya kepada Allah, air matanya terasa sudah diusap oleh-Nya dan semua langkah menjadi ringan karena telah ditolong dan dikawal-Nya.
Hubungan terdekat antara manusia dengan Allah adalah ketika bersujud. Orang mukmin percaya bahwa Allah melihat hamba-Nya yang bersujud, melihat ketundukkannya, mendenngar rintihan kalbunya. Oleh sebab itu, ia sangat yakin Allah pasti menolong segala kesusahannya, memberi kesembuhan penyakitnya, meringankan beban dipundaknya, menyinari kegelapan yang menyelimuti hatinya, dan Allah tidak menutup pintu rahmat-Nya.
Buku ini sangat membantu kita untuk mempraktekan terapi shalat bahagia. Tapi, melakukan terapi sholat bahagia ini harus bertahap. Kita harus berlatih dalam mengucapkan dan mempraktekannya. Bukan hanya membaca buku semata, tetapi kita harus mengingatnya diluar kepala. PTSB memberikan bimbingan dan praktek shalat agar anda kita memahami dan mengingatnya lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan dan kebesaran Allah, percaya diri, dan optimis akan penyelesaian semua masalah menuju hidup bahagia. Wajah penuh bahagia adalah cermin syukur kepada Allah. Hanya pribadi bahagialah yang bisa maksimal berkreasi, produktif dan membahagiakan orang lain.
Mungkin kita masih belum percaya apakah terapi shalat bahagia ini itu sangat penting dan berpengaruh di kehidupan kita. Mereka yang sudah mengikuti PTSB adalah yang paling berhak keraguan kita akan masalah ini. PTSB ini terdapat testimoni mereka yang telah berhasil merubah mindset untuk ikhlas dan ridho atas keputusan Allah, lebih percaya diri, optimis, tenang di tengah keluarga, dan kesembuhan dari beberapa penyakit setelah mengikuti PTSB. Bukan fonder dan bukunya yang hebat, tapi semata-mata penghayatan shalatnya yang luar biasa.
Tujuan utama terapi shalat bahagia ini adalah kokohnya mindset T2Q (tawakal, tumakninah dan qana’ah), sedangkan kesembuhan rizqi dan sebagainya hanya bonus semata, sekalipun semua itu sangat kita butuhkan. Melakukan PTSB ini hanya untuk kita yang mempunyai problem dalam kehidupan kita masing- masing. Sebelum shalat kita harus menyiapkan Daftar Anugerah (DA) yaitu apa saja nikmat besar Allah yang kita terima , agar pernyataan syukur anda terfokus selama shalat. Dan pendalaman praktek shalat bahagia ini hanya dianjurkan untuk shalt sendiri tidak berjama’ah
Daftar Anugrah (DA) sifatnya rahasiia dan wajib kita tulis pada lembar terpisah 10 nikmat atau anugrah besar Allah yang telah kita terima.
Berikut ini contoh dari Daftar Anugerah (DA):
Wahai Allah, saya berterima kasih atas semua anugrah-Mu berikut ini:
1)      Ibuku amat sayang, penuh pengorbanan, sabar, dan selalu mengerjakan kesopanan.
2)      Bapakku amat sayang, sabar, pekerja keras untuk kebahagiaan keluarga.
3)      Istri/ suami taat beribadah, sabar, perhatian pada keluarga dan orang tuaku.
4)      Anakku nomor satu span, sarjana, dan sayang kepada adik- adiknya.
5)      Anakku nomor dua berprestasi, dan selalu membantu pekerjaan orang tua.
Tidak hanaya daftar anugrah saja, tetapi kita juga harus mempunyai Daftar Masalah dan Harapan( DMH). DMH ini juga bersifat rahasia dan wajib kita tulis pada lembar terpisah 5 masalah yang sedang kita hadapi. Contoh:
Wahai Allah, inilah beberapa problem dan harapanku :
1)        Masih shalat akhir waktu.
2)        Mudah putus asa dalam menghadapi kesulitan usaha atau belajar.
3)        Bakku tidak adil kepada anaknya, terutama kepadaku.
4)        Ibukku dan bapakku sering bertengkar.
5)        Aku madih dendam dengan x penyebar fitnah.
               Dengan bantuan Daftar Masalah dan Harapan( DMH), anda bisa rukuk dan sujud lebih lama dengan penuh penghayatan. Rencana Allah apakah lebih baik dari dengan rencana kita? Tentu rencan Allah yang lebih baik dan lebih indah. Siapa yang tidak suka dengan takdir Allah , maka tidak usah memanggil – Ku.
“Barang siapa tidak senang dengan keputusan dan takdir-KU. Maka hendaknya ia segera mencari Tuhan selain Aku” (HQR. At Thabrany).
Adapun syarat Do’a dalam terapi sholat bahagia, sebagai berikut:
1)      Tidak mengeluh.
2)      Akan terjadi jika Allah menghendaki.Masalah hidup itu realita secara berat, tetapi kita kalau kita meandset yakin bahwa skenario tuhan lebih indah.
3)      Berlatih befikir positif .

Setelah kita mempunya daftar anugrah dan daftar masalah dan harapaan. Terdapat kalimat kunci dalam terapi shalat bahagia. Hafalkan dan hayati isi kalimat kunci untuk semua gerakan sholat. SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL dan lakukan renungan sebagaimana tertulis dalam kolom dua dan tiga berikut ini:
NO
POSISI
KATA KUNCI
RENUNGAN/ DOA
( Dalam hati , tidak boleh diucapkan)
1
BERDIRI

SUBHAN:
(Syukur, Bimbingan, Ketahanan iman)
1.  Syukur : “ wahai Allah, aku bersyukur atas semua nikmat- Mu,”
2.     Bimbingan: “Berilah aku keluarga agar tetap di jalan yang benar”.
3.    Ketahanan iman: “Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka- Mu”.
















Tambahkan (jika ingin lebih detail)
1.  Aku berterima kasih atas semua nikmat- Mu, yaitu....(1)..,(2)...,dst. (lihat contoh DA). Ampunilah aku, karena sering mengeluh dan kurang berterima kasih kepada- Mu.
2.   Wahai Allah, setiap saat aku, istri/ suami dan anak-anakku menghadapi godaan dosa, terutama godaan harta dan nafsu terhadap pria atau wanita yang  Engkau haramkan. Berikan kami ketahanan iman agar ketampanan, kecantikan, kekayaan dan fasilitas kekuasaan tidak menjeremuskan kami ke dalam dosa.
2

RUKUK
TURUT;
(Tunduk, Menurut)
1. Tunduk: “ Wahai Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak- Mu. Aku bertasbih dan menyerahkan hidup- mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada- Mu”.
2. Menurut: “ Aku menurut kepada semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku”.
Tambahkan (jika ingin lebih detail)
1.   Wahai Allah, aku mempunyai masalah, yaitu...(lihat contoh DMH)
2.   Wahai Allah, aku ikhlas, ridho tidak mengeluh atas masalah tersebut. Jika pernah mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku.
3. Wahai ALLAH, AKU YAKIN(3x) Engkau pasti(3x) Maha Kuasa menolong aku. Engkau pasti (3x) menyayangi aku, dan tidak mungkin membiarkan aku  sendirian menghadapi masalah dan harapanku itu.
4. Wahai Allah, aku pasrah(3x), aku pasrahkan masalah  tersebut kepada- Mu. Terserah Engkau, sebab Engkau pasti(3x) memberi yang terbaik untukku. Aku ikhlas apapun keputusan- Mu.

3
I’TIDAL
HADIR: 
(Hak pujian. Takdir)

1.  Hak pujian: “ Hanya Engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharapkan pujian manusia”.
2.   Takdir Allah: “ Semua hal terjadi atas takdir- MU. Aku ridha dan ikhlas menerimany.”
Tambahkan (jika ingin lebih detail)
1. Wahai Allah, hapuskan di hatiku dari mengharap penghormatan, pujian dan terima kasih orang. Sebaliknya, jadi kan aku selalu menghormati, menghargai dan berterima kasih kepada orang. Kuatkan kesabaranku menghadapi cacian dan kezaliman orang.
2. Aku ikhlas ,ridho, tidak mengeluh atas semua takdir- Mu . Rencana- Mu pasti(3x)lebih baik dari rencana hidupku. Takdir- Mu pasti(3x) yang terbaik untukku.
4
SUJUD
MASJID:
(Maaf, Sinar, Jiwadan raga)
1.      Maaf : “ Maafkan dosa- dosaku, bapak-ibu dan keluargaku.”
2.  Sinar: “ Sinarilah hati, lidah, mata, dan telingaku agar selalu berbuat yang Engkau ridhai”.
3. Jiwa dan raga: “ Jiwa dan ragaku dalam kekuasaan- Mu. Aku serahkan hidup-mati,sehat-sakit,kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu”.
Tambahkan (jika ingin lebih detail):
Wahai Allah, ampunilah aku, kedua orang tuaku, istri/suami, dan anak-anakku, lebih-lebih
1.      mereka yang telah meninggal dunia. Jauhkan mereka dari siksa kubur dan neraka. Jadikan kuburan sebagai taman surga yang menyenangkan mereka. Jika dalam pandangan- Mu ada kebaikan pada diriku, jadikan kebaikan itu bagian dari pahala yang teralihkan untuk ibuk- bapakku, guru-guruku, keluargaku, dan semua orang yang berjasa mengantarkan aku sampai aku menjadi “orang” seperti saat ini.
2.      Berikan cahaya- Mu untukku, istri/suami dan anak-anakku, agar hati ku bersih dari iri dan dengki. Jadikan semua perkataan kami benar dan menyemangati semua orang, serta telinga kami peka terhadap Al-Qur’an dan panggilan adzan.
3.      Lanjutkan Doa seperti pada posisi rukuk pada poin tambhan 1-4. Dan kaitan dengan DMH.
5

DUDUK ANTARA DUA SUJUD
AKSI:
(Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman)
Wahai Allah, berilah aku : “Ampunan, Kasih, Sejahtera, dan Iman”
Tambahkan ( jika ingin lebih detail):
1.      Wahai Allah, ampunilah dosa- dosaku.
2.   Kasihiah aku. Cintailah aku. Jadikan hidupku penuh kasih bersama keluarga dan semua manusia. Kasihanilah aku yang telah berusaha keras untuk membahagiakan keluargaku. Kepada siapa lagi aku memohon belas kasih jika bukan kepada- Mu.
3.   Berilah aku rizki yang melimpah untuk keluarga, syiar agama, dan menolong fakir miskin. Jadikan aku lebih senang memberi daripada diberi. Berilah aku kesehatan dan kesembuhan dari semua penyakit.
4. Kuatkan imankui, agar aku semakin dekat dengan- Mu, sabar dan tegar menghadapi apapun cobaan dari-Mu.
6

TASYAHUD
SOSIAL:
(Sholawat, Persaksian, Tawakal)
1.  Sholawat: “ Sholawat dan salam untuk Nabi SAW. Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya”.
2.   Persaksian : “ Aku bersaksi, ‘Tiada tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah utusan- MU’. Jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku”.
3.  Tawakal: Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalannnnn kepada- Mu”.
Tambahkan (jika ingin detail)
1. Jadikan aku, istri/suami dan anak-anakku berakhlak seperti nabi-Mu. Mudahkan aku dan keluarga beribadah di Mekah dan Madinah, serta berdoa di dekat makam nabi-Mu. Aku berharap di hari kimat kelak, mendapat syafa’at Nabi- Mu. Di surga, Engkau pertemukan kami sekeluarga dengan Nabi-Mu.
2. Jadikan syahadat penambah percaya dirikju, penghilang kecemasanku, penyemangat kerjaku, dan penguat optimisku. Jadikan la ilaha illallah kata terakhirku ketika malaikat Izrail mencabut nyawaku.
3.  Lanjutkan doa seperti pada posisi rukuk pada pon tambhan 1-4
4.    Wahai Allah, sekarang aku lebih bahagia. Aku akan menoleh ke kanan dan kiri. Berikan kemudahan hidup kesuksesan kebahagiaan semua orang di sebelah kanan dan kiriku, assalamu’alaikum warahmatullah.

Pada saat shalat ceritakan masalah kita secara rinci dan fokus, katakanlah bahwa kita ikhlas, ridho dan tidak mengeluh tas masalah kita. Katakanlah bawa kita yakin(3x) Allah pasti(3x) maha kuasa menolong anda. Dan Katakanlah bahwa kita pasrah(3x) kepada Allah atas apapun keputusan-Nya. Insyaallah jika kita serius dan sungguh melakukan pendalaman shalat bahagia ini kita akan menjadi lebih tentram dan tenang. Seolah – olah masalah kita jauh lebih ringan untuk kita hadapi. Tidak ada yang tidak mungkin dengan keputusan Allah. Kita harus percaya Shalat itu ajaib. Setiap masalah pasti ada cara untuk menghadapinya. Karena  rencana tuhan lebih indah daripada rencanamu.